Sumber: http://eltelu.blogspot.com/2012/10/cara-membuat-pull-down-menu-dengan.html#ixzz2b85ZyON3
Pengumuman Ujian Nasional 2014 Lulus 100% ~ Website SMA Negeri 2 Pematangsiantar sudah beralih ke www.sman2siantar.sch.id

Himbauan Percepatan Pendataan Online Sekolah Menengah

Untuk mendukung pelaksanaan Program Pendidikan Menengah Universal tahun 2013, diperlukan data satuan pendidikan menengah yang cepat dan akurat. Untuk itu kini sedang berlangsung proses pendataan online dengan menggunakan Program Aplikasi Sekolah (PAS) untuk SMA, SMK, dan SMLB di seluruh Indonesia.
Sampai saat ini masih terdapat sekolah yang belum masuk ke dalam sistem pendataan online dan masih banyak sekolah yang telah terekam di dalam sistem tetapi belum sepenuhnya memasukkan data secara lengkap dan akurat terutama untuk data siswa, guru, dan sarana/prasarana sekolah padahal data tersebut  sangat dibutuhkan  untuk menyalurkan Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SM, Bantuan Siswa Miskin (BSM), Tunjangan Guru, dan Bantuan Sarana/Prasarana.
Untuk itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah meminta kepada seluruh  Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota untuk melakukan verifikasi jumlah dan identitas SMA/SMK/SMLB di wilayahnya masing-masing agar sesuai dengan data referensi sekolah yang terdapat di server Ditjen Pendidikan Menengah. Para Kepala Sekolah juga diminta untuk memasukkan, melengkapi dan meng-apdate data yang diperlukan dengan segera karena hal tersebut sangat penting sebagai syarat untuk bisa mengakses program BOS, BSM, Tunjangan Guru, Bantuan Sarana/Prasarana yang akan mulai disalurkan bulan Februari 2013.
Oleh karena itu bagi sekolah yang belum memasukkan data dan/atau belum melengkapi data, Ditjen Pendidikan Menengah memberi kesempatan untuk melengkapinya sampai minggu kedua bulan Februari 2013 sehingga sekolah tersebut tidak mengalami keterlambatan atau beresiko tidak dapat mengakses program tahun 2013.
Sumber : http://pendataan.dikmen.kemdikbud.go.id

Program Beasiswa S2 Luar Negeri Kementerian Komunikasi dan Informatika

Program Beasiswa S2 Luar Negeri Kementerian Komunikasi dan Informatika

Program Beasiswa S2 Luar Negeri Kementerian Kominfo adalah program beasiswa yang bertujuan untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Indonesia melalui peningkatan kapabilitas dan daya saing SDM Indonesia di bidang komunikasi dan informatika sehingga dapat berperan sebagai agen-agen perubahan sosial di lingkungan masing-masing dalam rangka mendukung pencapaian visi Kementerian Komunikasi dan Informatika “Menuju Masyarakat Informasi Indonesia” serta visi Indonesia sebagai “ASEAN ICT Leading Nation 2015”. Program Beasiswa ini telah dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo sejak tahun 2007.

Yang dapat mengajukan diri untuk mengikuti program ini
  • Pegawai negeri sipil di lembaga kementerian dan lembaga non-kementerian, termasuk anggota TNI/POLRI, baik di lingkungan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
  • Lembaga pendidikan yakni pimpinan, dosen, dan staf pada lembaga-lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta
  • Karyawan dan karyawati perusahaan-perusahaan swasta yang bekerja minimum 2 (dua) tahun dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Persyaratan
Umum
  • Warga Negara Indonesia (WNI) yang tidak sedang terlibat dalam masalah hukum dinyatakan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
  • Sehat jasmani dan rohani yang dinyatakan dengan Surat Keterangan Dokter
  • Tidak sedang mendapatkan fasilitas beasiswa dari pihak lain
  • Mengikuti ketentuan dan aturan yang telah ditetapkan Kementerian Kominfo
Khusus
  • Lulusan S1
  • Memiliki IPK minimum 2.90 ( dari skala 4,0)
  • Memiliki nilai Institutional TOEFL minimum 570 atau IELTS minimum 6.5 yang masih berlaku saat diterima panitia
  • Memiliki nilai Tes Potensi Akademik (TPA) minimum 550 yang masih berlaku saat diterima panitia, yang diadakan oleh TPA Bappenas
  • Mendapat rekomendasi dari pejabat berwenang (minimum dari pimpinan instansi setingkat Eselon II bagi PNS, dari pimpinan perusahaan atau pejabat lain yang berwenang bagi karyawan dan karyawati swasta)
  • Bersedia menempuh studi di Universitas-universitas yang telah menjalin kerjasama dengan Kemkominfo
  • Bersedia mematuhi setiap prosedur dan peraturan yang ditetapkan oleh Kemkominfo terkait program beasiswa
Proses Seleksi
Proses seleksi terdiri dari tiga tahap, yaitu:
  • Seleksi administratif, yakni tahap penilaian terhadap kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan
  • Seleksi kemampuan akademik, yakni tahap penilaian terhadap kemampuan bahasa Inggris (nilaiTOEFL/IELTS) dan TPA.
  • Wawancara dan psikotes, yakni tahap penilaian terhadap tujuan dan motivasi belajar, sikap kepribadian, wawasan kebangsaan/ mental ideologi dan hal-hal lain yang berkaitan dengan tujuan program beasiswa.
Tahapan  untuk Menjadi Penerima Beasiswa
Setelah melalui seluruh tahapan seleksi dan dinyatakan lolos, status pelamar akan berubah menjadi Calon Penerima Beasiswa. Status sebagai Calon Penerima Beasiswa berubah menjadi Penerima Beasiswa setelah yang bersangkutan tiba di Negara tujuan dan dapat dibatalkan apabila yang bersangkutan tidak berhasil mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) serta VISA pelajar dari negara tujuan studi.
Proses Pemberangkatan
Pemberangkatan ke negara-negara tujuan studi segera dilaksanakan bila pelamar:
  • Memiliki Surat Penerimaan (Letter of Acceptance) dari perguruan tinggi yang telah ditetapkan oleh Kemkominfo, dan surat tersebut telah diverifikasi oleh Kemkominfo
  • Memenuhi aturan keimigrasian negara tujuan studi
  • Memiliki surat ijin belajar dari Pemerintah Indonesia
  • Tidak sedang dalam keadaan hamil pada saat pemberangkatan ke negara tujuan studi
Cakupan Beasiswa
  • Biaya kuliah (tuition fee)
  • Biaya perjalanan pesawat udara kelas ekonomi pergi-pulang dari dan ke negara tujuan studi (pada saat keberangkatan dan kepulangan)
  • Uang penempatan awal (establishment cost)*
  • Biaya hidup selama mengikuti pendidikan (living allowance)*
  • Asuransi kesehatan
  • Biaya pengurusan visa pelajar (student visa)
*)    Besarnya biaya yang diberikan untuk penerima beasiswa di masing-masing negara berbeda, sesuai dengan yang telah ditentukan oleh Kemkominfo dengan mempertimbangkan standar biaya hidup masing-masing Negara.
Bidang Studi
  •  Hukum (Cyber, Satelit, Telekomunikasi, dan bidang hukum lainnya yang terkait dengan TIK)
  • Ekonomi (e-Commerce, e-Business, Accounting and Financial Information System, dan bidang ekonomi lainnya yang terkait dengan TIK)
  • Ilmu Komputer
  • Teknik Informatika
  • Teknik Elektro/Elektronika
  • Teknik Telekomunikasi
  • Digital Media dan/ atau New Media
  • Ilmu Komunikasi: Penyiaran, Jurnalistik, Periklanan, Design Grafis, Animasi, Public Relations, Media Kreatif
Pilihan Negara Studi
  • Belanda
  • Jerman
  • Australia
  • Jepang
  • Korea Selatan
Informasi umum mengenai prosedur pendaftaran  dan seleksi  dapat menghubungi email :
tpsdm@mail.kominfo.go.id dan timpengembangansdm@gmail.com
sumber : kominfo.go.id

Guru Tuntut Pembayaran Tunjangan Profesi Dituntaskan

JAKARTA, KOMPAS.com - Guru-guru dari berbagai daerah yang tergabung dalam Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) mendatangi Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, Rabu (26/12/2012). Para guru hendak menyampaikan aspirasi pada pemerintah pusat mengenai pembayaran tunjangan profesi guru yang bermasalah di berbagai daerah.
"Pembayaran tunjangan profesi guru di daerah selalu bermasalah. Bukan cuma terlambat dibayar, pembayaran juga tidak utuh," kata Iwan Hermawan, Sekretaris Jenderal FGII.
Menurut Iwan, kehadiran para guru dari berbagai daerah ini untuk menyampaikan realita yang terjadi di lapangan. "Terlihat pemerintah pusat dan daerah saling lempar tanggung jawab. Nasib guru selalu dipermainkan pemerintah," kata Iwan.
FGII, ujar Iwan, menuntut pemerintah untuk menuntaskan permasalahan soal pembayaran tunjangan profesi guru di daerah. Kondisi yang terjadi bertahun-tahun ini tak kunjung ada solusi. Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2012/12/26/10553791/Guru.Tuntut.Pembayaran.Tunjangan.Profesi.Dituntaskan

Puncak Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI Digelar


Bogor --- Peringatan puncak Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun ke-67 PGRI digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul Bogor, Selasa (4/12). Acara ini dihadiri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono, para ketua lembaga tinggi negara, Menteri Pendidkan dan kebudayaan Mohammad Nuh, Menteri Agama Surya Dharma Ali, dan para menteri Kabinet Bersatu II lainya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Ketua PB PGRI Sulistiyo, dan sekitar 9000 guru dari Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan perwakilan seluruh Indonesia serta guru dari Kementerian Agama.
Selain penyerahan Satyalencana Pendidikan oleh Presiden RI, acara puncak ini juga diisi dngan pagelaran tari, kesenian dan paduan suara, antara lain, tarian "JATINING DIRI" oleh mahasiswa STSI Bandung, Tari Saman oleh siswa MAN 4 Pondok Pinang DKI Jakarta, kesenian "cangklung" oleh siswa MAN 1 Bandung, dan panduan suara siswa dari SMP/SMA/SMK Bhakti Idata DKI Jakarta dan panduan suara guru dari kota Bogor. Selain itu, juga digelar Pameran Pendidikan dan Karya Guru, yang mengetengahkan hasil-hasil pembangunan pendidikan.
Hari Guru diperingati setiap tanggal 25 November setiap tahunnya. Sisi lain yang perlu ditegakkan dan dijunjung tinggi oleh para guru adalah kode etik guru dan prinsip-prinsip profesionalitas sesuai dengan amanat perundang-undangan. Karena itu, tema peringatan untuk tahun ini adalah " Memacu Profesionalisasi Guru Melalui Peningkatan Kompetensi dan Penegakan Kode Etik", dengan sub tema " Peningkatan Kinerja Guru untuk Pendidikan Bermutu", bertujuan meningkatkan kesadaran dan komitmen guru terhadap budaya mutu di kalangan guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. (JR) Sumber : http://kemdiknas.go.id

Presiden Janji Tingkatkan Kesejahteraan Guru, tapi...


JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjanji meningkatkan kesejahteraan guru, baik pegawai negeri sipil maupun swasta. Presiden menginstruksikan jajarannya untuk membenahi peraturan perundang-undangan yang mengatur kesejahteraan guru. Hal itu disampaikan Presiden ketika menghadiri puncak peringatan Hari Guru Nasional dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-67 di Sentul International Convention Center di Sentul, Jawa Barat, Selasa (4/12/2012).

Hadir pula jajaran menteri, Ketua DPD Irman Gusman, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, dan pejabat lainnya. Perayaan itu diikuti oleh ribuan guru yang mewakili seluruh provinsi.

Mendengar pernyataan Presiden itu, ribuan guru langsung bertepuk tangan. Pernyataan Presiden itu menyikapi pernyataan Ketua Umum PGRI Sulistiyo. Dalam sambutannya, Sulistiyo mengatakan, para guru yang tidak bisa hadir di Sentul tengah menunggu kabar baik dari Presiden.

"Saat ini, para guru dengan sabar menunggu di depan layar TV untuk mengikuti siaran langsung, berharap ada hadiah istimewa dari Bapak Presiden dalam HGN dan HUT PGRI tahun ini," kata Sulistiyo.

Riuh tepuk tangan para guru itu lalu berubah setelah mendengar pernyataan Presiden selanjutnya. Menurut Presiden, peningkatan kesejahteraan guru itu harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran negara.

"Ahhhh...," teriak para guru.

Presiden mengatakan, "Tidak mungkin, tidak boleh, dan dilarang agama kalau kita berhutang ke negara lain untuk meningkatkan itu. Kita gunakan kemampuan kita."

Presiden mengaku optimis dapat tercapai jika semua pihak menjaga dan meningkatkan pertumbuhan positif ekonomi Indonesia. Jika meningkat, anggaran untuk sektor pendidikan akan ditingkatkan yang akhirnya meningkatkan kesejahteraan guru.

"Ajak seluruh rakyat, para elit untuk jaga stabilitas politik. Pastikan investasi dan dunia usaha berkembang dengan baik. Pastikan tidak ada korupsi yang terjadi di mana-mana. Itu jihad kita," ujar Presiden. Sumber : kompas.com

BERITA HARIAN:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *